Iklan

Iklan

,

Iklan

Diintimidasi Terkait Video Dugaan Perselingkuhan Oknum Guru, Kuasa Hukum SM Angkat Bicara

30 Mei 2024, 23.38 WIB

 



Merasa diintimidasi terkait video dugaan perselingkuhan oknum guru, sejumlah warga wadul ke Pemdes setempat (dok istimewa).




Jember, transparansi.co.id - Beredar video penggerebekan oknum guru inisial SM dengan seorang wanita yang bukan istrinya di platform grup WhatsApp beberapa waktu lalu memicu kontroversi dan kecaman luas di masyarakat khususnya Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember.




Dalam video tersebut, terlihat seorang oknum guru sekolah dasar sedang diinterogasi warga setempat pada Sabtu malam (25/05/2024) sekitar pukul 23.00 wib.




Oknum guru tersebut diduga selingkuh dengan wanita yang merupakan tetangga tidak jauh dari rumahnya.




Peristiwa itu berbuntut panjang. Muncul ancaman ditujukan kepada beberapa orang yang diduga terlibat dipembuatan video serta penyebarannya.






Salah seorang saksi mengungkapkan bahwa ancaman tersebut mencakup intimidasi fisik dan psikologis, serta ancaman agar tidak menyebarluaskan informasi pribadi yang sensitif, dan memaksa agar saksi mengatakan bahwa video yang beredar adalah tidak benar atau hoax.




Akibat adanya ancaman tersebut sejumlah warga mendatangi kantor Desa Mayangan menuntut pihak pemerintah desa melakukan mediasi dan mengklarifikasi kebenaran dari peristiwa yang terjadi.




Muhammad Mahmud (16) warga setempat mengatakan bahwa pada Senin sore sekitar pukul 15.20 wib, mengaku didatangi empat orang yang dua orang mengaku sebagai pengacaranya. Mereka meminta dirinya untuk mencabut video yang telah beredar, dan memintanya menandatangani sebuah pernyataan bahwa video yang telah beredar tersebut tidak benar alias hoax.




"Saya didatangi 4 orang, dua dari anak pak SM dan dua orang mengaku sebagai pengacaranya. Mereka meminta saya menandatangani sebuah surat pernyataan yang telah mereka buat yang menyatakan bahwa video yang beredar adalah video yang tidak benar, alias hoax, dengan ancaman kalau saya tidak mau tandatangan, masalah ini akan dibawa ke ranah hukum. Saya terpaksa tandatangan," terang Mahmud saat di kantor desa Mayangan pada Rabu (29/05/2024) siang.






Sementara itu, pemerintah Desa Mayangan menyambut dan menerima keluhan puluhan warganya yang meminta keadilan atas dugaan ancaman yang diduga dilakukan oleh pihak oknum guru. Menurut moderator pertemuan, Paiman, pihak desa akan membantu dan melindungi warganya ketika warganya berada di pihak yang benar.




"Apa yang disampaikan warga sudah kami tampung dan pihak pemdes akan bertindak secara adil, membenarkan yang memang benar dalam pandangan umum," kata Paiman.




Dikesempatan yang sama, Kepala Dusun Muneng, Khondari, menyampaikan bahwa dirinya mengetahui kejadian tersebut dan dengan tegas menyampaikan bahwa apa yang beredar di video tersebut adalah sebuah kebenaran.




"Saya kepala Dusun Muneng mendapat laporan dari warga RT 01 RW 01 bahwasanya ada perselingkuhan dan saya langsung mendatangi tempat kejadian, ternyata di situ sudah banyak warga. Dari olah TKP dinyatakan bahwa M telah bersalah dan membuat warga resah. Dari situ akhirnya SM diputuskan dikenakan denda batu putih sebanyak 5 truk, tapi akhirnya disepakati oleh SM bahwa dia akan membayar denda sebanyak 4 truk. Intinya, apa yang beredar di video tersebut adalah benar, bukan hoax," tegas Khondari.






Terpisah, SM melalui kuasa hukumnya, Mohamad Rizky Pratama SH, mengakui bahwa pihaknya dan keluarga SM telah mendatangi kediaman Muhammad Mahmud untuk meminta klarifikasi kebenaran video tersebut.




Ia menampik adanya tudingan telah melakukan intimidasi dan pengancaman yang ditujukan kepada dirinya.




"Kami sangkal mas, saya juga heran dari mana mereka menuduh kami mengintimidasi. Bahkan surat penyataan yang ditandatangani yang bersangkutan pun kami tawarkan baik-baik, berkenan atau tidak," sergahnya.




"Bisa diklarifikasi ke keluarga yang bersangkutan, monggo," tambah Rizky.




Menurut dia, bahwa tujuan mendatangi rumah yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi kebenaran video tersebut. Dan diakui dialah yang telah menyebar video dan beredar luas ke masyarakat.






"Betul kami datangi pemuda tersebut. Kami klarifikasi dan kami bicara secara kekeluargaan dan baik-baik. Dimana yang bersangkutan juga didampingi oleh kakek dan neneknya," tutupnya, Mohamad Rizky melalui tulisan WhatsApp kepada transparansi, Kamis (30/4/2024).




(Sbr/Tim Redaksi)


Iklan